Ini hanya sebuah cerita, cerita yang tidak terlalu bagus untuk diceritakan. Hanya cerita tentang gadis (cewek-red) karena dia bukan seorang gadis lagi. Cewek yang merasa penat, bukan karena apa atau siapa, tapi karena dirinya sendiri. Cewek yang dengan bodohnya menyerahkan kegadisannya pada seorang yang belum benar-benar dikenalnya, meskipun sudah menjadi cowoknya. Sekarang dia terjebak dalam hidup yang bukan hidupnya, dia merasa hanya menjadi bayang-bayang dari cowoknya, tidak bisa dan tidak bebas untuk menjadi dirinya sendiri. Tidak jelas dia ingin jadi apa, namun yang ada sekarang dia malah banyak mengecewakan orangtuanya, meskipun orangtuanya tidak tahu apa yang dilakukan anaknya di kota tempat dia mencari ilmu. Kebimbangan mulai merambat jiwa cewek ini, dia merasa jiwanya telah pergi, dia merasa hanya menjadi bayang-bayang cowoknya, karena hidupnya setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap tarikan nafasnya selalu bersama cowoknya, hanya terpisahkan saat mandi, itupun karena sang cewek tidak mau diajak mandi bareng. Kalau saja mau, pasti sudah tidak ada celah lagi untuk bernafas tanpa cowoknya. Muncul keinginan untuk bebas, meraih hidupnya kembali, tapi sang cewek terlalu pengecut untuk mewujudkannya. Hhm kasihan.
Sore itu langit mendung, dia membulatkan tekad untuk pergi melepaskan diri, semua barang telah ditata rapi ke dalam tasnya, siap untuk berangkat, berjalan kaki menuju terminal. Tak tahu mau kemana tujuannya. Dia hanya naik bus jurusan sebuah kota yang belum pernah dikunjunginya, hanya modal nekat yang dipunya. Karena memang baru kali ini dia berani untuk pergi. Karena sejak kecil dia tidak terlatih untuk berontak. Sejak kecil dirinya apa-apa selalu dituruti orangtuanya. Orangtuanya terlalu baik untuk mendapatkan pemberontakan.
Bus yang ditumpanginya melaju dengan cepatnya, jalan berkelok, menanjak dan licin karena hujan mengguyur mengiringi kepergian sang gadis. Namun ditengah jalan menurun dan berkelok, rem bus blong. Supir tidak mampu mengendalikan jalannya bus. Bus dengan bebasnya meluncur ke jurang bersamaan dengan kembalinya kebebasan sang gadis.
Gadis terbangun dari tidurnya. dia belum beranjak dari tempat tidur. Tempat tidur di kosnya. Cewek itu gagal lagi untuk membebaskan diri, dan cewek itu adalah aku.
Sabtu, 24 April 2010
Kamis, 03 Desember 2009
Kenapa Menulis
Menulis bukan suatu yang mudah bagiku, apalagi kalau harus merangkai kata-kata, sama sekali bukan bidangku. Aku ga pengen kok jadi penulis, ya karena aku memang ga pandai menulis, dan tentu saja aku ga tau harus nulis apa. Cuma kadang kalau aku udah merasa ga bisa lagi berucap, aku mencoba untuk menulisnya. Seperti sekarang aku ga berniat buat nulis, tapi karena aku udah merasa ga bisa lagi berucap untuk mengeluarkan segala uneg-unegku, yaudah gini aja... Dengan gini aku bisa seneng, bisa tenang, bisa plong...
Ga harus pergi dugem buat ngilangin stres, ga harus minum biar ga stres, gini aja, dengan nulis ga jelas kayak gini atiku yang tadinya dongkol, kini terasa agak ringan. air mata yang tadi sempat ngintip di pelapuk mata, sekarang malah udah membanjir... wah kacau ya...STPO eh STOP!!! Aku nulis apaan sih?? Bingung??? Sama aku juga bingung... Ga berharap kok tulisan ini bakal di baca orang... Ga berharap juga akan ada yang melirik tulisan ini, emang penting apa isi tulisan ini apa, yang penting kan akibat dari aku nulis ini.. Gimana perasaanku setelah nulis ini, gimana tanggapan orang yang baca, bisa jadi langsung pindah ke tulisan lain tanpa menunggu akhir dari tulisan ini... karena aku juga ga tahu harus gimana endingnya... memerlukan sebuah keputusan egoistis untuk memutuskan ini harus segera berakhir!!!
Ga harus pergi dugem buat ngilangin stres, ga harus minum biar ga stres, gini aja, dengan nulis ga jelas kayak gini atiku yang tadinya dongkol, kini terasa agak ringan. air mata yang tadi sempat ngintip di pelapuk mata, sekarang malah udah membanjir... wah kacau ya...STPO eh STOP!!! Aku nulis apaan sih?? Bingung??? Sama aku juga bingung... Ga berharap kok tulisan ini bakal di baca orang... Ga berharap juga akan ada yang melirik tulisan ini, emang penting apa isi tulisan ini apa, yang penting kan akibat dari aku nulis ini.. Gimana perasaanku setelah nulis ini, gimana tanggapan orang yang baca, bisa jadi langsung pindah ke tulisan lain tanpa menunggu akhir dari tulisan ini... karena aku juga ga tahu harus gimana endingnya... memerlukan sebuah keputusan egoistis untuk memutuskan ini harus segera berakhir!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
